Cerita Pasar MayestikLantai Dua

Cerita Pengalaman Jahit di Pasar Mayestik

Setelah mikir panjang jahit di mana bahan kebaya seragam yg diberikan, setelah googling dimana2, akhirnya kita (rame-rame) memutuskan jahit di Pasar Mayestik. Lumayan jauh sih tempatnya, beruntung diantar sama supir. Jadi tinggal duduk manis saja πŸ™‚ . Sebelum saya ga pernah kesitu, namun beberapa kali ketika saya menjahit kebaya di Surabaya, tukang jahitnya suka bilang beli di Mayestik ya. Ya saya jawab iya saja, secara bukan saya yang beli, namanya dikasih seragam πŸ˜€ enak kan dapat kebaya gratisan mulu πŸ˜€

Pertama kesana langsung ke lantai 2, dan ternyata benar banyak penjahit di sana. Berhubung karena kita menjahitnya ekspress, maka kita berdelapan sepakat untuk bagi dua penjahitnya. Bahan kebayanya brokat warna putih yang jelas bukan Prancis atau Semi Prancis, dan bawahannya bahan seperti songket palembang namun saya tahu itu bukan songket, kalo pun songket mungkin kw berapa gitu? Bustienya warna putih, berasa mau jahit kebaya nikah bukan?? Yang jelas dengan bahan begitu saya ga mungkin harus jahit2 mahal seperti di mba Vera Kebaya atau Ivan Gunawan kan? Sempat di tawarin mau jahit di B*ra Kebaya yg di Rawamangun. Eitssss saya bilang saya ga suka jahitannya soalnya semakin kesini semakin β€œtoo much” jadi terlihat norak dan rame atau mungkin permintaan costumernya yang begitu kali ya, jadi sesuai tuntutan pasar πŸ˜€ Kebetulan saya bukan penggemar yang seperti itu. Walau dulu pengen kesana tapi semenjak lihat hasil karyanya jadi ga tertarik. Mungkin masalah selera kali ya πŸ˜€

Ehh sempat juga, ke pasar Sunan Giri, nemanin teman jahit disana juga dengan bahan yang sama. Teman saya ini jahitnya di Mode Boutique dan harganya lumayan mahal menurut saya setelah lihat hasil jahitannya. Yang paling nyebelian adalah pegawainya dan sepertinya pemiliknya juga ga ramah dengan costumer baru. Kebetulan teman saya ini juga jahit baru disana. Saya agak bete nungguin teman saya ketika fitting karena orang2nya sangat jutek dan ga bersahabat, dan terlihat tidak mau menerima saran dari pelanggannya. Sampai2 saya ngomel ke teman, besok2 kalo niatan jahit jangan disitu lagi deh. Udah hasilnya tidak sesuai dengan yg diinginkan bahkan revisi berkali2. Waktu fiiting pertama teman saya sudah bilang saya maunya begini, ehhhh pas fiiting kedua ga juga dibenarin, kayaknya ga disimpan deh di memorinya ketika costumer komplain, jadi buat saya tukang jahit yang ini not recomended deh. Terlebih karena pegawainya jutek semua, ga ada yang ramah.

Hasil jahitan di Sunan Giri, yang dimana membuat teman saya ngomel2, karena tidak sesuai dgn modelnya dengan alasan bahannya yg ini beda dengan bahan yg dipoto. Akhirnya teman saya tidak mau payet di Mode Boutique dengan alasan mehong dan ga suka dgn kejudesan mereka

7280222f04323e9d7142b529ab1fe684_1422957255269-1
Jahit Sunan Giri

Jahit Sunan Giri

Oke lanjut ke penjahit baru saya yg di Mayestik. Entah kenapa setelah tanya2 saya tertarik dgn display si Ibu yg terlihat biasa namun rapih (menurut gue) . Nah ya coba2 tanya akhirnya deal harga. Teman2 yg lain juga ada 3 org ngikut aku saja. Empat kebaya, 4 bustie dan 4 sarung total Rp.2,8 dan payet untuk 4 kebaya (payet sebagian Rp 1,2 juta). Mahal ga sih? Buat saya mahal… tapi beruntung lagi karena dibayarin πŸ™‚ Jadi no problemo :D. Lalu bagaimana dengan hasilnya? Waktu fitting pertama aku suka karena sesuai dengan model yg kuinginkan, tapi kala itu lengannya belum dipasang jadi mungkin terlihat lebih cantik. Waktu fitting kedua, badan saya terlihat datar, kayak papan hahahhaha. Tapi emg sih saya orang yang kurus dengan tinggi 158 cm, berat badan cuma 46 Kg, ternyata persoalannya adalah bustienya kegedean, ketika ngukur pertama lingkar pinggang saya 68 cm, setelah fitting diukur lagi jadi 64 cm, lha 4 centinya kmn? Apa salah ukur???? Dan harus dibenarin lagi, ternyata ya fitting baju itu ga cukup sekali. Cuma berhubung karena jauhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh sekali (panjang kan h nya), jadi harus hemat2 waktu.

Dan ini poto hasil fitting kedua (masih belum jelas)

e55f238e4b346fec934ebd150c73d746_1422956823176
Jahit Kebaya

Nah, Sabtu kemaren aku kembali lagi ke Rahmat Collection, ehh tadi lupa kasih tau nama tukang jahitnya ya, kebetulan saja sama namanya dengan nama suamiku, bahkan tau setelah baca nota ketika harus nelp orangnya setelah antar kebaya. Setelah nyasar, salah jalan berkali2 akhirnya nemu, berangkat jam 1 siang nyampe jam 4 sore. Hebat banget ya.. biasa disetirin, ini harus pergi sendirian πŸ™‚ hitung2 biar hapal jalanan, iya ga cyinnnttt πŸ˜€

Setelah fitting, dan lumayan pas dan cocok, tapi payetnya kurang banyak (menurut saya), tapi saya kurang suka obinya, ga bagus apa karena bahannya bukan dari tafeta ya jadi kelihatan jelek πŸ™ Jadi mikir untuk tidak menggunakannya πŸ™ Tapi menurut aku ni ya, secara keseluruhan tentang jahitan kebaya di Pasar Mayestik itu lumayanlah, mungkin karena kita bahannya kurang bagus jadinya agak gimana gitu ya πŸ™‚ Dan kalo ada acara lagi mau coba jahitin dulu deh disana. Tanpa diburu2 ya, kalau kita ini express banget cuma dua minggu, makanya mungkin kurang maksimal,

Oh iya satu hal yang paling menyenagkan di Pasar Mayestik adalah jajanannya. Mulai dr kebab, kue ape, es cendol, bakso dan masih banyak lagi. Dan yg paling dahsyat Kebab nya… belom lagi mas2nya ramah banget, jadi walau antri panjang kita tetap semangat nungguin.

Sumber : deliastrawberry.blogdetik.com

0 thoughts on “Cerita Pengalaman Jahit di Pasar Mayestik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *